Menilik Keunikan Masjid Gede Kauman Yogyakarta

Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang menyimpan beragam cerita bersejarah sampai dengan saat ini. Hampir di setiap sudut kotanya memiliki lokasi-lokasi dengan nilai perjalanan Indonesia. Tidak terkecuali dengan salah satu masjid yang berlokasikan di barat alon-alon utara Yogyakarta, yaitu masjid gede Kauman.

Masjid ini dibangun pada tanggal 29 Mei 1773 masehi dan masih berdiri kokoh hingga sampai dengan saat ini. Masjid yang berada tepat disebelah barat keratin Yogyakarta ini juga sempat mengalami perombakan setelah adanya gempa yang menyebabkan serambi masjid runtuh pada tahun 1867 silam.

Masjid yang dibangun oleh salah satu raja Jogja yakni Sri Sultan Hamengku Buwono 1 tersebut memiliki beragam keunikan, baik dari sisi desain arsitektur luarannya, maupun desain arsitektur bagian interiornya. Berikut adalah keunikan yang disajikan oleh masjid agung Yogyakarta.

  1. Desain Simbol Penuh Makna

masjid gede kauman

Masjid yang juga merupakan masjid tertua di pulau Jawa ini, nampaknya tidak dibangun dengan ala kadarnya saja. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai simbol yang tergambar di dalam masjid ataupun di bagian luarnya yang memiliki berbagai macam filosofi atau makna. Tiap-tiap gambar simbol huruf dan sejenisnya memberikan pengertian khusus tterkait dengan kehidupan manusia.

  1. Gapura Semar Tinandu, Gerbang Selamat Datang

masjid gede kauman

Para wisatawan yang akan memasuki kompleks dari masjid gede Kauman ini, nantinya akan melewati gapura dengan desain pattuung unik. Gapura ini dibentuk dengan desain Semar Tinandu dimana pada lokasi gapura ini juga merupakan gerbang utama selamat datang untuk memasuki area kompleks dari masjid agung ini.

  1. Atap Masjid Dengan Filosofi Kehidupan

masjid gede kauman

Tidak hanya simbol dan juga gapura saja yang memiliki keunikan dari masjid yang satu ini. Ketika para wisatawan masih berada di area depan, maka para wisatawan atau siapapun yang mengunjungi lokasi akan dapat melihat desain atap dari masjid yang dibuat dengan tiga tingkatan. Hal ini juga merupakan sebuah filosofi kehidupan yang harus dilalui manusia untuk bisa mencapai tingkat kesempurnaan. Tingkat kehidupan tersebut antara lain adalah syariat, hakikat dan tentu saja tingkat tertinggi dalam kehidupan yakni makrifat.

  1. Dinding Masjid Tanpa Semen Atau Bahan Perekat Lainnya

masjid gede kauman

Keunikan berikutnya dari masjid gede Kauman adalah penggunaan bahan material batu kali yang ditempatkan pada bagian dinding-dindingnya. Batu-batu kali bahan material dinding ini dipasang dan dibentuk sedemikian rupa tanpa menggunakan semen ataupun bahan lain sebagai perekatnya. Selain itu, untuk menyangga atap masjid, kayu jati yang berumur lebih dari 200 tahun masih bertahan dan belum tergantikan sampai dengan saat ini.

Itulah beberapa keunikan dari masjid agung Yogyakarta yang juga merupakan saksi bisu sejarah pertumbuhan dan kejayaan organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan, yaitu organisasi Muhammadiyah. Dengan keunikan yang dibawanya dari masa lalu sampai dengan saat ini, masjid dengan nama lain masjid agung Yogyakarta ini menjadi tempat untuk beribadah bagi umat muslim dan juga sebagai lokasi tujuan wisata bersejarah bagi ppara wisatawan lokal maupun mancanegara. Untuk itu pantau terus informasi digital masjid, karena berbagai hal unik serta menarik mengenai masjid akan kami rangkum secara detail disini, serta jika anda memerlukan kebutuhan masjid yang lengkap, kami siap melayani anda.

Leave a Reply