Beberapa Masjid Terbesar Yang Dibangun Di Eropa

Eropa merupakan salah satu benua di dunia yang mana umat muslimnya dapat dikatakan tidak terlalu banyak tapi juga bukan berarti minoritas. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan di Eropa tetap berdiri beberapa bangunan ibadah umat Islam yang dapat dikatakan memiliki ukuran yang besar dan megah. Tidak lain berdasarkan fungsinya, bangunan ini disuguhkan agar seluruh umat Islam di Eropa agar tetap dapat melakukan sembahyang di tempat suci yang mereka inginkan. Dan berikut adalah beberapa masjid terbesar yang dibangun dan tersebar dii seluruh benua Eropa.

  1. Masjid Agung Roma

masjid terbesar

Bangunan masjid yang pertama adalah masjid agung Roma yang berada di kota Roma, Italia. Masjid yang dibangun pada tahun 1974 ini merupakan bangunan masjid yang pada mulanya diprakarsai oleh raja Faizal bin Abdul Aziz. Berdasarkan tata letak lokasinya sendiri, bangunan masjid agung Roma terletak di antara dua kota yang juga memiliki bangunan tempat beribadah untuk umat lainnya, yakni kota Vatikan serta kota Sinagog. Masjid agung Roma dibangun dengan menggunakan jasa arsitek Paulo Porthogesi yang berkebangsaan Italia.

Masjid agung Roma memiliki warna kuning dengan 16 kubah berukuran sedang yang dibangun pada bagian atasnya. Sementara itu, pada bagian atap masjid ini juga nampak sebuah kubah besar yang menghiasi tengah-tengah atap. Ditambah lagi, pada puncak dari kubah besar ini diberikan juga ornamen berupa bulan sabit. Untuk menambah keunikan lain dari masjid ini, menara yang memiliki bentuk seperti pohon palem dengan ketinggian mencapai 40 meter dibangun bersebelahan dengan masjid agung Roma ini.

  1. Masjid Schwetzingen Jerman

masjid terbesar

Masjid kedua yang dibangun besar dan megah yang berada di Eropa adalah masjid Schwetzingen yang berlokasikan di negara Jerman, tepatnya di dalam area Istana Schwetzingen. Alasan dibangunnya masjid ini di dalam komplek Istana adalah sebagai lambing penghormatan bagi sikap toleransi antar umat beragama di Jerman. Tahun 1779 merupakan awal dibangunnya masjid ini dan di arsiteki oleh seorang beekebangsaan Perancir, yaitu Nicolas de Pigage. Keunikan dari bangunan masjid terbesar di Jerman ini adalah kombinasi desain arsitektur bergaya Islam yang digabung dengan gambaran dari kisah 1001 malam.

  1. Masjid Central London

masjid terbesar

Masjid yang ketiga dengan bangunan terbesar di Eropa adalah masjid central London atau biasa disebut dengan The London Central Mosque and Islamic Cultural Centre (ICC). Pada tahun 1978, masjid ini mulai dibangun dengan konsep unik yang saalah satunya adalah kubah emas kokoh yang berada di atas atapnya. Berdasarkan sejarahnya sendiri, masjid ini juga merupakan sebuah monument penghargaan yang diberikan kepada segenap umat Islam yang berada di Inggris Raya karena ikut andil dalam perjuangan untuk membela negara Inggri dan juga sekutu pada perhelatan Perang Dunia II.

Dan itulah ketiga masjid terbesar dengan keunikan dan juga sejarahnya yang dibangun di benua Eropa. Sampai dengan saat ini pun, masjid ini tetap masih digunakan sebagai lokai beribadah umat Islam yang tinggal di sana dan juga sebagai lokasi kunjungan wisata seluruh masyarakat di dunia.

Leave a Reply